Searching...
Tuesday, March 22, 2016
6:16 PM 0

TRAGIS!! Mohon Share! Inilah Akibat Tidak Mencuci Pakaian Dalam Yang Baru Dibeli, Lihat Apa Yang Terjadi Kepada Payudara Wanita Ini Amat Mengerikan Sekali

Saya Susan yang mempunyai minat meneroka alam,pada waktu sebelum kejadian mengerikan menimpa,saya pergi kesebuah tempat yang dah lama saya idamkan untuk menerokai keindahannya, rencana saya hanya 3 hari saja namun kerana kaindahan alam semula jadinya sangat indah saya bertekat untuk menambah lagi cuti saya selama seminggu.

Tentu bekalan pakain saya sudah tidak mencukupi saya pun pergi kepasar terdekat untuk membeli pakaian yang yang perlukan termasuk bra dan seluar dalam untuk di pakai di hari selanjutnya.

Di hari keempat saya mulai mengalami ruam merah merah di sekitar payudara,mulanya saya menyangka itu adalah ruam biasa dan akan hilang begitu saja.namun saya silap!


Selepas habis meneroka keadaan payudara saya semakin teruk malah rasa sakit di payudara mulai berdenyut,terus saya periksa ke klinik untuk membuat pemeriksaan namun doktor tidak tahu kuman apa yang menyerang payudara saya dia hanya memberikan obat antibiotik dan krim khusus untuk di sapukan.

Selang beberapa hari rasa berdenyut biasa bertukar menjadi berdenyut panas dan timbul ketulan ketulan apabila dipecahkan keluar darah bercampur nanah.kemudian saya cuba membalutnya dengan kain perban.

Ketika rasa sakitnya semakin parah.saya memutuskan untuk bertemu dokor Dr Lynch doktor pakar payurada yang saya kenali,diapun tidak bisa mengetahui kuman apa yang menyerang payudara saya,cuma dia mengatakan mungkin ini adalah penyebab bahan kimia.

Saat doktor Lynch membuka balutan perban yang saya buat, dia amat terkejut,mereka menemukan larva (ulat) bersarang di pori bori payudara saya.sekali mahkluk itu masuk kedalam kemudian muncul di lubang sebelahnya.

Larva ini memakan lemak, lapisan kulit, dan puting susu payudara saya, sangat menjijikkan.kata Susan McKinley, seorang antroplogis di Amerika.

Video di bawah sekedar hiasan


JANGAN GUNAKAN PAKAIAN DALAM ANDA SEBELUM DICUCI

Anda para wanita disarankan agar membiasakan mencuci bra atau seluar dalam yang baru dibeli sebelum digunakan. Bra yang sudah digunakan juga harus selalu dicuci dan dijaga kebersihannya.
Jangan terlalu yakin terhadap tampak luar yang terlihat bersih tanpa Anda tahu betul bahwa itu benar-benar selamat untuk di pakai.

Pakaian yang Anda beli mengalami proses yang sangat panjang sebelum sampai di tangan Anda. Mulai dari proses pemintalan benang, proses membuat kain, pewarnaan tekstil, pemotongan kain, penjahitan, proses mengemas dan masih banyak lagi.

Semua proses tersebut meninggalkan berbagai zat kimia yang bisa membuat alergi kulit pada sebagian orang, terutama pada kulit yang sangat sensitif.

Beberapa bahan kimia yang digunakan pada proses produksi adalah formaldehid yang berguna untuk menjaga pakaian dari kerutan dan mencegah tumbuhnya cendawan pada kain selama pengiriman.

Pakaian dalam berwarna hitam dan warna yang mencolok perlu diwaspadai lebih, pakaian dengan warna tersebut biasanya menggunakan pewarna yang mengandung p-phenylenediamine (PPD), yang dapat menghasilkan reaksi alergi.

Senyawa organik volatil dan produk pemutih juga banyak sekali digunakan oleh kilang pebuat pakaian dalam.

Bahan kimia lain dalam pakaian yang umum digunakan adalah nonylphenol ehtoxylate (NPE). Penggunaan NPE pada beberapa jenama pakaian telah dibatasi di berbagai negara di Asia.

Namun, sampai sekarang belum ada batasan penggunaan bahan kimia pada pengolahan pakaian di Cina dan negara-negara Asia Tenggara, termasuk malaysia dan Indonesia.

Cara mudah untuk membuktikan adanya bahan kimia pada pakaian dalam baru

Cium pakaian baru Anda, ada bau yang khas, itu adalah bau kilang pakaian atau lebih tepatnya bau campuran dari berbagai zat pewarna kain, zat pemutih dan lain sebagainya.”jangan pulak suruh suami anda cium,tu kurang hajar namanya”

Atau.. lihat bagaimana warna air rendaman saat Anda mencuci pakaian baru yang berwarna. Pada sebagian orang, pewarna pakaian yang berlebih bisa membuat kulit memerah, gatal dan panas.

0 comments:

Post a Comment